kucing hutan

Kucing Hutan Jawa : Hewan Bercorak Lucu yang Ternyata Liar!

Sebagian dari kita belum mengetahui spesies kucing liar yang satu ini. Kucing hutan merupakan spesies kucing yang lagka dan hampir punah. Meskipun namanya kucing hutan, terkadang hewan yang satu ini ditemukan di pekarangan masyarakat.

Populasi kucing hutan ini tersebar hampir di seluruh bagian Indonesia. Ada pula yang menemukannya di Asia Tenggara. Di Asia tenggara, jenis kucing  hutan banyak terdapat di Malaysia, Laos, Vietnam, dan Thailand. Sedangkan di Asia Selatan, hewan Liar yang satu ini bisa ditemukan di bagian negara Srilanka, India, dan Bangladesh.

Beberapa ahli menyebutkan bahwa kucing liar sama dengan macan akar. Hal ini dibuktian dengan adanya kucing hutan yang mau menyusui anak dari spesies macan akar hingga membesarkannya. Terlihat janggal dan membuat para ahli menyimpulkan bahwa kucing hutan merupakan macan akar

Kucing Hutan Jawa

Kucing hutan memiliki beragam jenis, salah satunya adalah kucing hutan jawa. Disebut kucing hutan jawa karena habitatnya berada di pulau jawa. Berjenis liar, kucing jenis ini tidak sama dengan dengan kucing yang dijumpai pada umumnya.

Spesies kucing yang satu ini bersifat ganas, agresif dan liar. Selain karena alasan salah satu satwa yang dilindungi, kucing hutan jawa sebaiknya tidak dipelihara karena keganasannya.

Bila kucing lain memburu ikan atau tikus di rumah-rumah, kucing hutan jawa lain cerita. Biasanya, kucing hutan jawa memburu tikus besar, reptil burung sebagai makanannya. Bahkan, kucing jenis ini juga berani memburu hewan yang ukurannya lebih besar darinya, seperti kerbau.

Baca juga: bahaya vape yang sering diabaikan

Ciri-ciri Kucing Hutan Jawa

  • Ukuran yang melebihi kucing kampung. Ciri fisik kucing hutan jawa masih menyerupai kucing kampung. Serupa tapi tak sama, kucing ini hutan jawa ini memliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan kucing kampung.
  • Corak bulat-bulat. Bila biasanya kucing kampung bercrang belang atau polos, tidak dengan kucing hutan jawa. Kucing ini memiliki corak bulat pada bulu tubunya. Namun, corak dibagian kepala hampir sama dengan kucing kampung pada umumnya.
  • Warna yang khas. Kucing hutan jawa juga biasanya berwarna abu-abu gelap atau cokelat yang membuatnya sekilas mirip anak macan.
  • Wajah yang memberi kesan liar
  • Jago berenang. Tidak seperti kucing kampung yang takut air, kucing hutan ini justru pandai berenang
  • Ahli memanjat pohon dan melompat.

Makanan Kucing Hutan Jawa

Sama seperti hewan bertaring lainnya, kucing hutan jawa merupakan karnifora yang berarti pemakan daging. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kucing ini pemangsa apapun yang ada di hadapannya meski berukuran lebih besar dari tubuhnya sendiri.

Keberadaannya Dilindungi Pemerintah

Keberadaannya yang hampir punah membuat kucing hutan masuk ke dalam satwa liat yang dilindungi oleh undang-undang. Perlindungan satawa liar terdapat pada PP No. 7 Tahun 1999 serta UU No. 5 Tahun 1990.

Oleh sebab itu, siapapun yang menangkap, melukai, memelihara, memiliki, membunuh, menyimpan, dan memperjualkannya dalam kondisi hidup akan terancam pidana penjara masimal selama 5 (lima) tahun yakni Pasal 21 ayat (2) huruf a dan denda maksimak sebesar Rp. 100 juta (Pasal 40 ayat (2)).

Apakah boleh jika dalam kondisi mati? Tetap tidak boleh karena akan terancam pidana dan denda yang sama dengan penangkapan dalam keadaan hidup. Walaupun demikian, masih banyak yang memburu dan memperjualbelikannya. Bahkan, situs-situs yang menjualnya pun dapat dengan mudahnya kita temui di internet.

Baca juga: Hidup Seperti Larry, Sehat & Disenangi Masyarakat´╗┐

Kamu salah satu pecinta kucing hutan? Tetapi tetap ingin memilikinya? Itu bukan cinta, karena menangkapnya dari habitat asli sama degan melukai.

Mungkin inilah salah satu definisi mencintai tidak harus memiliki. Sebab memilikinya justru akan membahayakan diri kita sendiri. Yuk lestarikan alam sekitar tanpa menyakiti dengan tidak memperjualbelikan kucing hutan.

5

2 Responses

  1. Mama Indri
    May 14, 2019
    • Aini
      May 14, 2019

Write a response