Masalah Mental di Tempat Kerja

3 Masalah Mental yang Banyak Terjadi Pada Pekerja Kantor

Bekerja adalah cara yang dilakukan agar dapat bertahan hidup. Dengan bekerjalah kehidupan dapat tetap berlangsung dengan memanfaatkan uang penghasilan dari bekerja. Pekerja swasta, negeri, dan membuka usaha sendiri merupakan beberapa pilihan untuk menyambung hidup.

Namun, pada situasi tertentu, bekerja dengan terus menerus juga berpotensi untuk memunculkan masalah dalam hidup itu sendiri. Salah satu masalah yang dapat muncul adalah masalah mental. Masalah mental adalah salah satu masalah yang rentan menjangkit para pekerja.

Baca Juga : Cara Meningkatkan Kreativitas

Mengapa Masalah Mental Mudah Menyerang Pekerja?

Masalah mental adalah masalah yang menyerang pikiran, perasaan, bahkan seseorang. Stress adalah kata yang biasa kita dengar ketika mendengar masalah mental.

Seorang pekerja kantoran biasanya memiliki deadline. Deadline tersebut harus dikejar sesuai dengan waktunya. Tak jarang pula pekerja kantoran mengorbankan kesehatannya dengan lembur hingga larut untuk menyelesaikan tugas sesuai deadline yang telah ditentukan.

Ditambah lagi dengan masalah lingkungan kerja. Bos yang menyebalkan, rekan kerja yang tidak saling memahami, dan juga kondisi perusahaan yang buruk merupakan beberapa diantaranya. Masalah yang bertubi-tubi tersebut akan membuat frustasi para pekerja kantoran.

Meskipun begitu, ada pula pekerja kantoran yang mengalami masalah mental karena faktor genetik. Orang-orang yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah mental biasanya akan lebih mudah terkena masalah ini dibandingkan dengan orang lain pada umumnya.

Masalah Mental Pekerja Kantoran yang Sering Terjadi

cara meningkatkan kreativitas dengan melamun

Sumber : gemapersadablog

1. Cemas

Gangguan kecemasan adalah kendala yang sering terjadi pada pekerja. Kecemasan ini dapat dipicu dengan banyaknya pikiran, minimnya keuangan, dan perasaan terancam.

Meskipun begitu, gangguan kecemasan juga dapat terjadi dikarenakan penyakit tertentu seperti jantung, diabetes, hipertiroid, masalah pernapasan, dan penyakit lainnya.

Banyak para pekerja yang sudah lanjut usia dan tidak memungkinkan untuk berpindah tempat pekerjaan lagi. Di sisi lainnya, perusahaan tempat ia bekerja saat ini sedang dalam masa kesulitan dan sedang membutuhkan tenaga kerja yang lebih muda. Hal ini tentunya memunculkan gangguan kecemasan pada pekerja yang sudah lama mengabdi pada perusahaan tersebut.

Beberapa gangguan kecemasan yang dapat terjadi pada pekerja kantoran antara lain sebagai berikut:

  • Mudah merasa cemas dan selalu merasa dalam posisi yang tidak diuntungkan.
  • Denyut jantung meningkat, gemetar, dan berkeringat.
  • Sulit berkonsentrasi dan sering insomnia.
  • Merasa mudah lelah dan sesak napas.
  • Menghindari hal-hal yang memicu kecemasan terjadi.

2. PTSD / Gangguan Stress Pasca Trauma

Post-traumatic stress atau PTSD adalah stress yang terjadi setelah adanya trauma tertentu yang dialami. Trauma pada lingkungan kantor mengakibatkan stress muncul. Misalnya, kecelakaan pada saat perjalanan dinas, atau trauma psikologis lainnya.

Biasanya, PTSD akan membuat penderita menjadi ketakutan saat menghadapi sesuatu yang mengingatkannya pada trauma tersebut. Cemas, tidak bisa mengendalikan diri, dan sulit menyesuaikan diri dengan baik terhadap lingkungan di sekitarnya.

3. Depresi

Depresi adalah tingkat lanjut dari rasa cemas yang menghantui seseorang. Depresi atau gangguan kecemasan secara berlebih berpotensi untuk menurunkan kemampuan bekerja yang produktif.

Depresi bisa terjadi jika di tempat kerja, pekerja terus berusaha mencapai target yang dia inginkan, namun tidak pernah tercapai. Kegagalan ini bisa diperparah dengan tidak adanya dukungan dari lingkungan pekerjaan maupun perusahaan.

Cara Mengatasi Masalah Mental yang Sering Terjadi di Kantor

Cara mengatasi masalah mental para pekerja kantor harus didukung oleh berbagai sisi. Baik dari diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan kantor.

1. Diri Sendiri

Dari diri sendiri, pekerja kantor harus berusaha meningkatkan kepercayaan dirinya. Hal ini bisa dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan softskill dan mendapatkan kepercayaan dari rekan kerja atau bos.

Selain itu, liburan bisa menjadi salah satu peredam stress. Mungkin, banyaknya pekerjaan yang menumpuklah yang meningkatkan kadar stress pekerja kantor. Maka dari itu, untuk mengatasinya, pikiran sang pekerja perlu direfresh kembali.

Jika masalah yg ditemui bukan dari diri sendiri,  maka mungkin lingkungan pekerjaanlah yang kurang cocok. Maka, bicarakanlah pada atasan, apa saja yang menganggu pikiranmu. Jika pindah tempat kerja adalah pilihan terbaik, maka lakukanlah dengan lapang dada.

2. Keluarga

Hal yang dibutuhkan dari masalah mental para pekerja kantor adalah dukungan. Salah satu dukungan yg paling berharga adalah dukungan dari orang terdekat / keluarga. Mungkin saja masalah mental para pekerja kantor juga diperparah dengan tuntutan dari keluarga sendiri.

Maka dari itu, penting untuk keluarga agar menjadi peka dengan situasi yang dialami pekerja kantor. Ketika keluarga memahami kondisi psikis yang mulai bermasalah, maka cobalah untuk membesarkan hatinya dan membantu mengembalikan kepercayaan dirinya.

3. Lingkungan Kantor

Kebanyakan masalah mental yang terjadi pada pekerja kantor berasal dari lingkungan kantor yang tidak bersahabat dengan kondisi mentalnya. Bagi pemilik kantor atau orang-orang yang memiliki otoritas untuk membenahi lingkungan kantor harus memperhatikan suasana kerja bagi para karyawan. Pertimbangkan apakah lingkungan kerja tersebut mendukung kondisi mental karyawan atau tidak.

Tentunya perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang selalu bersemangat dan produktif setiap harinya. Untuk mendapatkan produktivitas tersebut, diperlukan adanya dukungan bagi kondisi psikis karyawan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengadakan gathering, sharing, atau one on one session kepada pekerja untuk mengetahui kendala apa yang sedang dihadapi pekerja tersebut.

4

No Responses

Write a response