Arti Berbagai Simbol Lingkaran pada Kemasan Obat, Salah satunya Narkotika!

Arti Berbagai Simbol Lingkaran pada Kemasan Obat, Salah satunya Narkotika!

Pernahkah kamu menemukan simbol-simbol lingkaran tertentu pada obat yang akan dikonsumsi? Ternyata ini penting lho, sebab salah satu simbol dari semuanya adalah simbol obat narkotika. Mau tahu arti berbagai macam simbol lingkaran pada kemasan obat? Yuk Simak penjabarannya.

Saat berkunjung ke rumah kerabat atau orang lain dan merasa tidak enak badan, biasanya tuan rumah yang baik akan menawarkan obat untuk sekedar “pertolongan pertama” sebelum berobat lebih lanjut. Saat diberi obat, pernahkah kita perhatikan simbol pada kemasan obat tersebut?

Tanpa disadari, obat-obatan memiliki 7 macam simbol yang memiliki arti yang berbeda. Simbol obat-obatan tersebut memiliki arti dari mulai yang bebas dikonsumsi hingga yang keras bahkan harus dalam pengawasan ahli medis lho. Sepenting itulah awareness terhadap simbol obat-obatan. Sebab itulah BPOM memberikan kemudahan dengan menyematkan berbagai macam simbol obat sehingga mudah dalam membedakannya.

7 Macam Arti Simbol pada Kemasan Obat-obatan

1 Simbol Obat Bebas

simbol obat

sumber: baktihusada.blospot.com

Sesuai dengan namanya, obat bebas ini sifatnya benar-benar bebas. Artinya, obat dengan simbol lingkaran hiau ini daat ditemukan dimana saja seperti toko obat, toko kelontong, minimarket, serta supermaket. Jumlah pembeliannya pun tanpa dibatasi, mulai dari yang paling sedikit hingga tak terbatas. Contoh dari obat bebas yaitu paracetamol, aspirin, Zn Sulfate, bromhexin HCL, chlorpheniramine maleate (CTM), promethazine, guafenesin.

Meskipun bersifat bebas namun obat dengan simbol hijau dengan lingkaran hitam tersebut tetap tidak dapat dikonsumsi sepuasnya, tentunya ada dosis pemakaiannya ya. Pada kemasan obat bebas biasanya juga terdapat aturan penyimpanan untuk memudahkan masyarakat awam dalam menggunakannya dengan benar.

2 Obat bebas terbatas

simbol obat

sumber:; hontoh.blogspot.com

Obat bebas terbatas memiliki simbol lingkaran biru dengan tepian hitam.  Meski bebas, sebenarnya obat tersebut adalah obat keras yang peredarannya masih dapat dijual bebas tanpa resep dokter. Pada kemasan obat bebas terbatas biasanya terdapat pula peringatan-peringatan untuk dibaca oleh calon konsumennya.

Contoh obat bebas terbatas antara lain Bodrex extra, asam acetylsalisil, Lactobion, Antasida plus, Asmadex, Theophiline, Antasida plus, Allerin, Pseudoefedrin HCL, Lactobion, Tilomix, Tremenza, Dexanta. Peringatan tersebut berbentuk persegi panjang berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih seperti gambar berikut ini.

simbol obat

sumber: forum.idws

Obat ini dapat ditemukan pada toko obat yang telah memiliki ijin (dipegang oleh seorang asisten apoteker), serta apotek (jika ada apoteker) agar pasien memperoleh informasi yang memadai mengenai obat bebas terbatas.

3 Obat Keras

simbol obat

sumber: gi-healty.blogpot.com

Simbol lingkaran merah dengan huruf K di dalamnya ini mengartikan bahwa obat dalam kemasan tersebut bersifat keras. Penggunaan obat  yang satu ini tentunya harus dengan resep doter, dokter gigi, ataupun dokter hewan.

Yang termasuk obat keras adalah beberapa obat generik dan Obat Wajib Apotek (OWA). Contoh obat keras adalah  Fluoxetine, Sertraline HCL,  Levodopa, Nitrazepam, Midazolam, Benzeraside, Clobazam, Chlordiazepokside, Amitriptyline, Lorazepam, Ibuprofen, Ketoprofen, Haloperidol, phenytoin.

Obat jenis ini tidak dapat digunakan tanpa resep doter karena dapat berbahaya, meracuni tubuh, memperparah penyakit atau bahkan menyebabkan kematian. Mengingat tinggina risiko dari obat keras jika tidak digunakan sesuai anjuran dokter ini sebaiknya menambah kehati-hatian bagi kita semua ya.

4 Obat Narkotika

simbol obat

sumber: sorotviral.com

Siapa yang pernah melihat langsung simbol di atas pada kemasan obat? Nah, itu adalah simbol obat narkotika. Obat narkotika merupakan obat yang terbuat dari tumbuhan maupun bukan, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran, rasa, nyeri dan bahkan dapat menimbulkan ketergantungan.

Obat narkotika memiliki sifat adiktif serta penggunaannya harus di bawah pengawasan dengan ketat dan hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Dalam bidang medis, obat-obatan narkotika biasa digunakan sebagai anestesi atau obat bius serta analgetika atau yang disebut juga obat penghilang rasa sakit. Contoh dari obat narkotika adalah Kokain, Morfin, dan Petidin.

5 Obat Jamu

simbol obat

sumber: hipwee

Jika kamu melihat obat dengan simbol seperti di atas, maka obat tersebut merupakan obat tradisional atau yang biasa disebut jamu. Satu jenis jamu bisa terbuat dari 5 sampai 10 tanaman obat lho. Meski terkesan kuno dan ketinggalan jaman, namun ramuan dan olahan jamu masih dipercaya khasiatnya hingga kini.

Bentuk lingkaran yang terdapat pada simbol jamu mengartikan sebuah proses serta menyatakan bahwa produk tersebut sudah dalam kategori aman diknsumsi. Warna hijau memiliki makna kekayaan sumber daya alam Indonesia, sedangkan jari – jari daun mengartikan serangkaian proses pembuatan jamu. Jamu merupakan tingkat terendah dari golongan obat-obatan herbal lainnya. Tingkatan selanjutnya yaitu Herbal Terstandar dan Fitofarmaka.

6 Obar Herbal Terstandar

simbol obat

sumber: yukepo

Obat Herbal Terstandar (OHT) merpakan obat tradisional yang terbuat dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat, binatang, maupun mineral. Proses ini memerlukan peralatan yang lebih kompleks tidak murah, tanagga kerjanyapun harus didukung dengan pengetahuannya dalam mengekstrak.

Golongan herbal yang satu ini biasanya telah ditunjang dengan peneliatian ilmiah mulai dari proses hinggga khasiat. Obat Herbal Terstandar (OHT). Tulisan “OBAT HERBAL TERSTANDAR” pada kemasan obat harus jelas dan mudah dibaca. OHT adalah tingkatan ke-dua setelah Fitofarmaka. Contoh dari OHT adalah Diapet, Kiranti Pegel Linu, Kiranti Sehat Datang Bulan.

7 Obat Fitofarmaka

simbol obat

sumber: hipwee

Fitofarmaka merupakan tingkata tertinggi pada golongan herbal. Obat tradisional yang termasuk fitofarmaka terbuat dari bahan alam dan melalui proses yang telah terstandar, serta didasari dengan bukti ilmiah  hingga uji klinik pada manusia.

Uji kliniknya pun harus memenuhi syarat ilmiah, protokol uji, pelaksana yang tentunya harus kompeten, mengikuti prinsip etika, serta tempat pelaksanaan uji yang telah memenuhi syarat. Uji klinik akan lebih meyakinkan para tenaga medis untuk menggunakan obat fitofarmaka dalam pelayanan kesehatan.

Produk Fitofarmaka yang telah disetujui BPOM

  • stimuno : sebagai immunomodulator dan sebagai terapi ajuvan dalam pengobatan tuberkulosa
  • nodiar : untuk diare nonspesifik
  • agromed : menurunkan tekanan darah
  • rheumaneer : untuk nyeri sendi tingkat ringan sampai sedang
  • x-gra : untuk disfungsi ereksi

Nah itulah arti berbagai macam simbol lingkaran pada kemasan obat! Salah satunya narkotika! Mulai sekarang, yuk lebih cermat dalam mengonsumsi agar obat yang dikonsumsi tepat guna.

2

No Responses

Write a response