cara mengatasi anak gtm

Cara Mengatasi Anak GTM (Gerakan Tutup Mulut)

Halo bunda.. Apa kabar si kecil hari ini? Senang rasanya bila melihat si kecil riang dan ceria di setiap harinya. Namun, bila si kecil mulai rewel dan tidak mau makan alias GTM (gerakan tutup mulut), pasti bunda panik dan setres luar biasa. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai cara mengatasi anak gtm.

Gerakan tutup mulut atau yang lebih dikenal dengan gtm pada anak merupakan perilaku yang meresahkan. Kekhawatiran-kekhawatiran mulai muncul dalam orang tua seperti takut si kecil sakit, menjadi kurus, dan lain-lain. Sebenarnya apasaja sih penyebab gtm? Yuk simak yang berikut ini.

Penyebab Gerakan Tutup Mulut (gtm)

1. Sakit di bagian Mulut

Seperti layaknya orang dewasa yang sedang mengalami luka di mulut atau sedang sariawan, nafsu makan pun berkurang. Sekalipun tetap ingin makan, pasti ada rasa tidak nyaman akibat luka yang dialami. Perbedaannya dengan si kecil, si kecil belum bisa mengutarakan tentang sakit yang ia rasakan. Ia hanya bisa memberikan isyarat melalui tangisan. Jadi, bunda harus cerdas dalam menganalisa jenis tangisan pada si kecil. Barangkali gtm nya bukan karena tidak mau makan, tai karena mulutnya sakit jika digunakan untuk makan.

Beberapa penyakit yang mungkin dirasakan si kecil adalah sariawan, sakit tenggorokan, gusi luka,  lidah tergigit, sakit gigi, atau bisa jadi tumbuhnya gigi baru. Jika hal ini terjadi, sebaiknya bunda langsung mengkonsultasikannya ke dokter agar segera ditangani. Sakitnya sembuh, gtm hilang dan ibu tenang.

2. Bosan dengan Menunya

Bagaimana bisa si kecil tidak bosan dengan menu yang hanya itu-itu saja? Sedangkan kita saja seringkali merasa bosan dan memilih menu atau suasana baru. Jika si kecil menunjukkan gejala demikian, bunda bisa mempertimbangkan langkah apa yang harus dilakukan dengan cara bercermin. Sebaiknya bunda bertanya pada diri sendiri, bila sedang bosan dengan makanan yang monoton serta statis, apa yang bunda inginkan? Paksaan untuk tetap makan dengan menu seadanya atau disajikan menu baru yang lebih menggugah selera? Setelah menemukan jawabannya, lakukan hal tersebut pada si kecil.

Saat tanda-tanda gtm pada anak mulai muncul, sebaiknya bunda banyak mencari resep-resep baru untuk menarik perhatiannya. Tak hanya menu yang baru, namun bentuk sajian yang menarikpun dapat membantu meningkatkan nafsu makan pada si kecil. Misalnya, membentuk makanan dengan bentuk karakter kesukaannya. Ternyata cara mengatasi anak gtm tidak sesulit yang diyangkan ya, Bun.

3. Trauma

Pernahkan bunda membentak si kecil yang tidak mau menghabiskan makanannya? Hal ini ternyata dapat membuat si kecil trauma. Tahap ini menandakan si kecil sudah bisa protes terhadap sikap bunda yang tidak disukainya -yang bahkan membuatnya trauma. Jika ini terjadi, sebaiknya bunda introspeksi diri dan pandai-pandai merayu si kecil untuk makan dengan ceria kembali.

Setelah mengetahui beragam penyebab gtm, apa yang harus dilakukan orang tua untuk mengatasi anak gtm?

Baca Juga : Cara agar bayi tidak sungsang

Cara Mengatasi Anak GTM

1. Buat Si Kecil Merasa Lapar

cara mengatasi anak gtm

sumber: dunia.anak.org

Ketika gtm terjadi pada si kecil, sebaiknya bunda jangan melakukan pemaksaan ya, apalagi dengan cara dicekok. Jika Si Kecil menunjukkan sinyal-sinyal gtm, sebaiknya diamkan saja terlebih dahulu, kemudian tawarkan makan kembali setelah 10-15 menit tanpa paksaan. Ulangi penawaran hingga Si Kecil mau makan. Sikap ini berguna untuk melatih si kecil untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.

Bunda, sebaiknya hindari pemberian susu atau snack di waktu si kecil akan mulai makan, ya. Mengajak si kecil melakukan kegiatan fisik saat mengatasi gtm juga dapat membuat si kecil menjadi lapar sehingga mau untuk makan dan lupa akan gtm-nya.

2. Hindari Junkfood sebagai Alternatif

cara mengatasi anak gtm

sumber: kompas.lifestyle.com

Cara mengatasi anak gtm yang satu ini terkadang sulit dihindari ya, Bun. Kekhawatiran bunda mengenai sikap gtm dari si kecil ini terkadang membuat bunda menggunakan prinsip “makan apa sajalah, yang penting perutnya terisi”. Seringkali pula bunda tergoda untuk membelikan makanan junkfood yang pasti disukai si kecil.

Tahukah bunda bahwa pembiasaan ini dapat membuat anak ketagihan makan junkfood dan meninggalkan menu masakan yang bunda buat? Sebaiknya pikir-pikir terlebih dahulu tentang dampaknya yang berkepanjangannya ya, Bun. Selain itu, pemberian junkfood ditengah balada gtm akan membuat si kecil merasa dimanja dan merasa bahwa kedua orang tuanya akan menuruti segala keinginannya, sehingga hal ini dapat menurunkan sikap kedisplinan pada si kecil.

3. Membuat Variasi dan Suasana Baru

cara mengatasi anak gtm

sumber: detikfood.com

Jika si kecil tidak menyukai sayuran, bunda bisa membuatnya menjadi campuran pada makanan yang disukainya. Contoh, jika bunda ingin memberi asupan brokoli dan wortel sedangkan si kecil tidak menyukainya, bisa dengan cara lain seperti mencacah brokoli dan wortel lalu dicampur dengan daging ayam giling dan tepung. Setelah itu, buatlah adoanan nugget dengan rasa yang menurut bunda pas, kemudian kukus dan goreng setelah dipotong dan dibalur dengan tepung panir.

Cara tersebut memang tidak praktis, namun seringkali berhasil dalam praktiknya. Bunda juga bisa mencari informasi mengenai kreasi makan si kecil untuk mencegah gtm, seperti membuat plating yang unik tentang karakter kesukaannya. Semangat Bunda!

4. Hindari Gadget dan Televisi saat Makan

sumber: kumparan.com

Terkadang bunda tidak mau repot dan memilih jalan pintas seperti menyajikan televisi atau gadget selagi si kecil makan. Ternyata cara ini dinilai tidak efektif lho , Bun. Menonton televisi ataupun gadget dapat memecah konsentrasi si Kecil  saat makan. Hal ini juga membuat si Kecil menjadi tidak disiplin. Sebaiknya hindari penyajian televisi ataupun gadget ya Bunda.

Selain mengetahui cara mengatasi anak gtm, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan saat si kecil sedang gtm.

Yang sebaiknya dilakukan:

  1. Batasi waktu makan si kecil, maksimal 30 menit tiap sesi makan. Lebih dari itu menandakan bahwa si kecil sudah tidak tertarik pada makanan.
  2. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyarankan untuk membiasakan si kecil makan bersama keluarga di meja makan. Bila tidak memungkinkan, setidaknya si kecil selalu dilatih untuk makan di meja makan.
  3. Teratur dalam mengonsumsi makanan utama dan snack. Makanan utama perlu diberikan untuk si kecil sebanyak 3 kali sehari dan dua kali snack di antaranya. Jika bunda ingin memberikan susu pada Si Kecil, berikanlah 2-3 kali saja sehari atau sekitar 500-600 ml/hari.

Yang sebaiknya tidak dilakukan:

  1. Jangan memaksa Si Kecil untuk makan, apalagi sampai membentaknya. Hal ini dapat mengakibatkan trauma, yang membuat si kecil semakin tidak tertarik untuk makan.
  2. Jangan pernah membiasakan si kecil makan sambil melakukan aktivitas lain, seperti menonton berjalan-jalan, televisi,  atau bermain ya, Bun.
  3. Saat makan, jangan biarkan Si Kecil meminum air selain air putih.
  4. Jangan pernah menjadikan makanan sebagai reward atau hadiah untuk si kecil.

Itulah pembahasan mengenai cara mengatasi anak gtm ya bun. Semoga bermanfaat.

No Responses

Write a response