Gejala dan Tanda – tanda Kehamilan

Kehamilan dapat dideteksi dengan berbagai cara. Namun, ada tanda-tanda hamil yang bisa menjadi tolok ukur bahwa seseorang hamil. Untuk dapat mengetahui tentang kehamilan, maka perlu dilakukan penilaian terhadap beberapa tanda dan gejala kehamilan. Berikut tanda-tanda dan gejala kehamilan:

Tanda kehamilan

a. Amenorrhea

 

Amenorrhea Tanda Kehamilan

Amenorrhea Tanda Kehamilan

Amenorhea adalah situasi dimana perempuan tidak haid padahal sudah memasuki masa haidnya. Amenorhea adalah tanda hamil yang paling sering jadi tolok ukur. Meskipun pada dasarnya, Amenorhea tidak dapat dijadikan patokan seseorang hamil atau tidak. Pada wanita hamil ada konsepsi dan nidasi yang tidak menyebabkan pembentukan folikel de graff dan ovulasi. Hal ini menyebabkan terjadinya amenorrhea pada wanita yang sedang hamil.

b. Mual dan muntah

Mual dan Muntah merupakan salah satu tanda-tanda kehamilan. Pengaruh estrogen dan progesteron menyebabkan pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Mual dan muntah pada pagi hari disebut morning sickness. Dalam batas yang fisiologis, keadaan ini dapat diatasi. Akibat dari mual dan muntah ini, nafsu makan akan berkurang.

 

Baca Juga : Penyebab Difteri

 

c. Ngidam

Ngidam Tanda Hamil

Ngidam

Pada wanita yang sedang hamil terkadang menginginkan makanan atau hal-hal tertentu. Keinginan ini sering disebut dengan ngidam.

d. Sinkope atau pingsan

Meskipun tidak semua ibu hamil akan mendapatkan tanda-tanda seperti ini, namun beberapa calon ibu mengalaminya. Terjadinya gangguan peredaran darah ke daerah pusat (tengah) menyebabkan iskemia sistem saraf pusat dan menyebabkan sinkop atau pingsan. Keadaan ini lenyap setelah usia kehamilan 16 minggu

e. Payudara tegang

Pengaruh hormon estrogen, progesteron dan somatomamotrofin menyebabkan lemak, air, dan deposit garam di payudara. Payudara membesar dan tegang. Akhir saraf yang tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada kehamilan pertama

f. Sering miksi (buang air kecil)

 

Sering Miksi Tanda Kehamilan

Sering Miksi Tanda Kehamilan

Dorongan rahim ke arah depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering berkemih. Biasanya pada kuartal kedua, gejala ini telah hilang.

g. Konstipasi atau obstipasi

Konstipasi adalah situasi dimana seseorang susah buang air besar. Pada ibu hamil, hal ini terjadi karena efek hormon progesteron menghambat peristalik usus, sehingga menyebabkan kesulitan dalam buang air besar.

h. Pigmentasi kulit

Pigmentasi kulit mungkin saja terjadi pada ibu hamil. biasanya pigmentasi kulit ini terjadi di sekitar pipi (cloasma gravidarum). Di dinding perut ada striae albican striae livide dan linea nigra kian menghitam. Di sekitar payudara terdapat hiperpigmintasi pada aerola mammae, putingnya lebih menonjol.

i. Epulis

Epulis adalah suatu tumor yang bersifat jinak non-neoplastic dan pertumbuhannya berada di atas gingiva (interdental papilla) yang berasal dari periodontal dan jaringan periosteum. Hipertrofi gusi yang disebut epuli, bisa terjadi selama kehamilan.

j. Varises

Varises adalah pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena yang biasanya terjadi pada bagian kaki akibat penumpukan darah. Pada ibu hamil ini terjadi karena pengaruh hormon estrogen  dan progesteron terlihat pembuluh darah vena, terutama bagi yang memiliki talenta, kaki, betis, dan payudara. Munculnya pembuluh darah ini akan lenyap setelah melahirkan.

Demikianlah tanda-tanda kehamilan yang dapat diketahui. Namun, bukan berarti ketika tanda-tanda tersebut muncul, seseorang sudah dapat dipastikan hamil. Periksakan ke dokter atau rumah sakit terdekat sehingga kehamilan dapat dipastikan.

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply