Bahaya – bahaya Vape Ini Sering diabaikan

Bahaya Vape – Disebutkan dalam artikel yang diterbitkan oleh BPOM,  “Bahwa perilaku merokok merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di dunia. Badan kesehatan dunia WHO, merilis bahwa dampak buruk yang diakibatkan oleh perilaku ini membunuh sekitar 6 juta orang per tahun, dimana lebih dari 5 juta dari korban tersebut adalah perokok aktif, mantan perokok dan pengguna “smokeless tobacco” (jenis tembakau hisap tanpa proses pembakaran). Ironisnya, lebih dari 600 ribu korban merupakan perokok pasif atau orang yang berada di sekitar perokok dan turut menghirup asap/uap rokok secara tidak langsung”

Banyak yang menganggap rokok elektrik sebagai alat penolong bagi pecandu rokok tembakau agar berhenti merokok. Alat ini dipasarkan sebagai solusi alternatif yang lebih aman dari rokok tembakau. Bahkan label “HEALTH” pun terpasang jelas pada kemasannya. Namun hingga kini keberadaan rokok elektrik masih menuai kontroversi dan di sebagian besar negara masih dianggap sebagai produk yang ilegal dan terlarang.

Rokok elektrik diklaim sebagai rokok yang lebih aman dan ramah lingkungan daripada rokok tembakau dan tidak menimbulkan bau. Selain itu, rokok elektronik lebih hemat daripada rokok biasa karena bisa diisi ulang. Vape atau rokok elektrik pada dasarnya bertujuan mengurangi penggunaan rokok tembakau. Banyak perokok tembakau yang beralih pada rokok elektrik ini. Banyak yang beranggapan bahwa rokok elektrik aman untuk kesehatan serta dapat menghindari risiko penyakit jantung dan kanker. Namun apakan benar bahwa rokok elektrik aman untuk tubuh?

Apa sih Vape itu?

kumparan.com

Vape atau rokok elektrik merupakan produk yang berjenis penghantar nikotin elektronik. Rokok elektrik awalnya dibuat untuk membantu pecandu rokok tembakau yang sudah ingin berhenti merokok. Dengan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka mulai membiasakan diri untuk berhenti merokok tembakau. Ada beberapa macam bentuk dan ukuran dari rokok elektrik ini. Terdapat tiga komponen utama dalam rokok elektrik yaitu elemen pemanas, baterai, dan tabung yang berisi cairan yang biasa disebut cartridge

Cairan dalam catridge mengandung propilen glikol atau gliserin, nikotin, juga penambah rasa, seperti rasa buah-buahan dan cokelat. Beberapa rokok elektrik memiliki cartridge dan baterai yang dapat diisi ulang. Cara kerja rokok elektrik adalah pemanasan cairan dalam catridge sehingga menghasilkan uap air berbentuk asap yang mengandung berbagai zat kimia. Cara mepenggunaannya itu menghisap di bagian corongnya. 

Kandungan Apa Saja yang Ada Di Dalam Vape?

  • Propilen glikol atau gliserin berfungsi untuk memproduksi uap air. Propilen glikol adalah cairan senyawa organik yang tidak berbau serta tidak berwarna, namun memiliki rasa agak manis. Jika terhirup, dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan
  • Nikotin dengan konsentrasi yang berbeda-beda, antara 0-100 mg/ml dalam satu rokok elektrik. Nikotin berfungsi  sebagai obat perangsang serta memberikan efek candu. Hal ini salah satu penyebab perokok sulit berhenti merokok.
  • Penambah rasa, seperti rasa buah-buahan, vanila,  cokelat, seperti ceri, cheese cake, kayu manis, tembakau dan lainnya, sehingga perokok elektrik dapat menikmati sensasi rasa tertentu dalam setiap hisapannya.  Sulit untuk mendata semua bahan kimia perasa yang digunakan, namun salah satunya bernama ‘Diacetyl’,  umum digunakan untuk menambah rasa pada popcorn. Zat tersebut sering dikaitkan dengan penyakit paru-paru yang mematikan jika dihirup manusia.  
  • Tobacco-specific nitrosamine (TSNA). TSNA merupakan senyawa karsinogenik yang ditemukan pada tembakau dan rokok tembakau. Rokok elektrik mengandung nitrosamin meskipun dalam jumlah yang sedikit. Semakin tinggi kadar nikotin pada rokok, semakin tinggi juga kadar TSNA-nya. Selain TSNA, pada rokok elektrik juga ditemukan kandungan senyawa logam, seperti nikel, kromium, dan timah.
  • Gliserin merupakan cairan kental tidak berbau juga tidak berwarna. Zat ini kerap digunakan pada perpaduan formulasi farmasi. Gliserin berfungsi sebagai pengantar rasa dan nikotin pada penggunaan rokok elektronik.Hingga kini status keamanan rokok elektrik masih diperbincangkan karena klaim dari produsen belum sepenuhnya terbukti. Beberapa penelitian menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu inflamasi atau peradangan dalam tubuh, meningkatkan risiko asma, infeksi paru-paru dan stroke serta penyakit jantung.

Beberapa bahaya vape menurut BPOM:

pugiherbal.blogspot.co.id

  1. Menimbulkan masalah adiksi. Hal ini karena kandungan nikotin pada bahan likuid dapat menimbulkan rasa ketagihan, selanjutnya peningkatan kadar plasma nikotin pada pengguna rokok elektronik akan menyebabkan peningkatan adrenalin dan tekanan darah, serta juga meningkatkan kadar plasma karbon monoksida dan frekuensi nadi yang dapat mengganggu kesehatan. Efek akut lain berupa penurunan kadar nitrit oksida udara ekshalasi dan peningkatan tahanan jalan napas, yang semua berakibat buruk bagi kesehatan. Di Amerika Serikat, The American Association of Poison Control Centers (AAPCC) melaporkan terjadinya peningkatan keracunan akut akibat nikotin rokok elektronik hingga mencapai jumlah 3784 laporan di tahun 2014, meningkat lebih dari 14 kali lipat dari tahun 2011.
  2. Dapat disalahgunakan dengan memasukkan bahan berbahaya ilegal seperti mariyuana, heroin dan lain-lain. Hal ini karena pengguna dapat melakukan modifikasi alat sehingga ada peluang dimasukkannya bahan berbahaya tersebut.
  3. Bahan perisa yang digunakan dapat menjadi salah satu bahaya vape karena membahayakan kesehatan. Studi menunjukkan bahwa bahan perisa mungkin saja aman kalau dimakan, tapi tidak aman kalau dihisap ke paru. Ada dua hal sehubungan bahan perisa ini. Pertama, bahan perisa sangat kid friendly sehingga menarik buat anak-anak dan remaja. Saat ini lebih dari 8000 variasi jenis rasa bahan perisa. Kedua, untuk rokok elektronik non nikotin, bahan perisa digunakan sebagai unsur yang dominan sebagai pengganti nikotin, perilaku sengaja  memasukkan bahan perisa ke dalam paru tentu bukan hal yang baik bagi kesehatan karena paru kita seharusnya menghisap oksigen dari udara segar.
  4. Risiko bertambahnya perokok pemula. Studi menunjukkan bahwa seorang yang belum pernah merokok akan mulai mencoba rokok konvensional jika sebelumnya pernah menghisap rokok elektronik dengan atau tanpa nikotin. Hal ini karena produk tanpa nikotin juga dapat dianggap sebagai langkah awal bagi pemula,lalu kemudian dapatsaja dimasukkan nikotin dan lama-lama kadar nikotinnya dinaikkan. Jadi, seperti sengaja “dilatih” untuk jadi perokok. Data penggunaan rokok elektronik di beberapa negara terus mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir,terutama pada usia remaja dan pelajar/mahasiswa. Contohnya di Amerika Serikat, penggunanya bertambah tiga kali lipat hanya dalam rentang setahun yaitu antara tahun 2013 dan 2014, dari 4,5 persen menjadi 13,4 persen, atau diperkirakan mencapai dua juta siswa SMA dan 450.000 siswa SMP telah menjadi pengguna
  5. Risiko bertambahnya perokok ganda (dual user) yaitu pengguna yang menggunakan rokok konvensional dan rokok elektronik secara bersamaan.
  6. Mantan perokok kembali merokok karena adanya klaim aman produk rokok elektronik.
  7. Me-renormalisasi perilaku merokok, maksudnya bahwa rokok elektronik dapat meningkatkan daya tarik terhadap merokok konvesional, karena berdasarkan format dan desain dapat dianggap produk rokok elektronik adalah produk imitasi dari rokok konvensional, sehingga pada akhirnya perilaku merokok konvensional dianggap perilaku yang tidak negatif dan biasa-biasa saja. Dengan demikian penggunaan rokok elektronik dapat meningkatkan penerimaan sosial dari perilaku merokok.
  8. Rokok Elektronik dapat mengganggu kebijakan KTR (Kawasan Tanpa Rokok), yang di tingkat global diistilahkan dengan Smoke-Free Areas.

Lebih Berbahaya Vape Atau Rokok Tembakau?

lazavape.com

Pada dasarnya bahaya terbesar yang ada pada rokok tembakau adalah asap, dan rokok elektrik bersifat tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan asap melainkan uap air. Penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan kimia berbahaya yang ada pada rokok elektrik adalah sebagian kecil dari kandungan yang ada pada rokok tembakau. Namun, kandungan bahan berbahaya pada rokok tebakau dapat bervariasi.

Penelitian menggambarkan bahwa sel-sel endotel di arteri jantung menunjukkan respon stres saat terpapar asap rokok tembakau, tetapi tidak untuk rokok elektronik. Hal ini menunjukkan bahaya vape lebih sedikit dibandingkan dengan rokok tembakau meskipun memang hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Para ahli masih memperdebatkan tingkat bahaya antara rokok elektrik dan rokok tembakau. Sebab, rokok elektrik juga mengandung nikotin yang merupakan zat adiktif yang juga terdapat dalam rokok tembakau.  Ketika kamu berhenti menggunakannya, kamu akan merasa ingin menggunalakannya lagi, serta dapat menimbulkan perasaan mudah depresi, gelisah, marah, dan cemas. Hal ini sangat berbahaya bagi penderita penyakit jantung. Jadi, penggunaan rokok elektrik tidak membuat tubuh kamu aman dari bahaya kesehatan yang ditimbulkan lho. 

Satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan kamu dari bahaya vape adalah dengan cara berhenti merokok, jenis rokok apapun itu. Merokok satu kali saja dalam sehari bisa membahayakan kesehatan Anda. Mungkin sekarang para pengguna rokok elektrik belum mengalami gangguan kesehatan, tetapi untuk dampak jangka panjangnya mungkin ada bahkan kemungkinan besar ada. Dampak dari rokok baru muncul dalam waktu beberapa tahun ke depan.
Dilansir dari sciencenews, bahwa bahan kimia dalam rokok elektrik dapat merusak jaringan paru-paru serta mengurangi kemampuan sel paru-paru untuk menjaga paru-paru dari mikroba dan zat bahaya vape lainnya. Hal ini disebabkan adanya kandungan nikotin dalam rokok yang dapat menyebabkan sel paru-paru menjadi mudah ditembus oleh zat dari luar tubuh.

Jadi, apakah kamu masih ingin tetap merokok setelah membaca bahaya vape pada artikel ini? Share tips kesehatan ini sebagai bukti rasa sayangmu terhadap orang-orang di sekitarmu. 

 

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply